

Waspada DBD, Cegah Nyamuk dari Rumah
Waspada DBD perlu menjadi perhatian masyarakat karena penyakit dengue masih menjadi masalah kesehatan yang perlu dikendalikan di Indonesia. Dengue merupakan infeksi virus yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi, terutama Aedes aegypti. Nyamuk tersebut banyak ditemukan di wilayah tropis dan dapat berkembang biak di lingkungan yang dekat dengan aktivitas manusia.
Kewaspadaan juga diperlukan di Kota Bandung. Pada Januari 2026, Pemerintah Kota Bandung mengingatkan masyarakat mengenai potensi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan meminta warga tidak menganggap remeh gejala demam.
Kondisi serupa terlihat di beberapa daerah lain. Pemerintah Kota Jakarta Barat, misalnya, mencatat 1.538 kasus DBD hingga 30 Juli 2026 dan terus mendorong masyarakat memperkuat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus.
Karena itu, pencegahan tidak perlu menunggu sampai nyamuk semakin banyak. Upaya sederhana dapat dimulai langsung dari lingkungan rumah.
Mengapa Nyamuk DBD Bisa Berkembang di Rumah?
Nyamuk membutuhkan tempat yang sesuai untuk berkembang biak. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah berbagai wadah yang dapat menampung air di sekitar rumah.
Bak mandi, ember, pot tanaman, tatakan pot, wadah bekas, hingga talang yang tidak mengalir lancar dapat menjadi lokasi yang perlu diperiksa secara rutin. Kementerian Kesehatan memasukkan pemeriksaan tempat penampungan air dan perbaikan saluran atau talang air sebagai bagian dari upaya 3M Plus.
Oleh sebab itu, rumah yang terlihat bersih tetap membutuhkan pemeriksaan pada titik-titik yang berpotensi menampung air.
1. Rutin Menguras Tempat Penampungan Air
Langkah pertama untuk cegah nyamuk dari rumah adalah menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin. Periksa bak mandi, ember, tempat minum hewan, pot tanaman, dan wadah lain yang dapat menampung air.
Jangan hanya membuang airnya. Bersihkan juga bagian dalam wadah untuk membantu mengurangi tempat yang memungkinkan telur atau jentik nyamuk bertahan. Upaya menguras merupakan salah satu bagian utama dari program 3M Plus yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan.
2. Tutup Tempat Penampungan Air
Setelah menguras, pastikan tempat penyimpanan air tertutup rapat. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi kesempatan nyamuk untuk menggunakan wadah sebagai tempat perkembangbiakan.
Periksa juga wadah air cadangan yang jarang digunakan. Jangan sampai air dibiarkan terbuka dalam waktu lama tanpa pemeriksaan.
3. Singkirkan Barang yang Bisa Menampung Air
Botol plastik, kaleng, ember bekas, wadah makanan, dan barang lain yang dibiarkan di luar rumah dapat menampung air hujan. Karena itu, manfaatkan kembali atau singkirkan barang yang sudah tidak digunakan. Langkah tersebut juga termasuk dalam prinsip 3M Plus dari Kementerian Kesehatan.
Selain mengurangi potensi tempat perkembangbiakan nyamuk, halaman rumah juga menjadi lebih mudah dibersihkan dan diperiksa.
4. Periksa Talang dan Area Tersembunyi
Genangan tidak selalu berada di tempat yang mudah terlihat. Periksa talang air, belakang pot, balkon, halaman belakang, saluran air, dan sudut rumah yang jarang digunakan.
Talang yang tersumbat daun atau kotoran dapat menyebabkan air tertahan. Kementerian Kesehatan secara khusus memasukkan perbaikan saluran serta talang yang tidak lancar sebagai salah satu langkah pencegahan DBD.
5. Lindungi Rumah dari Gigitan Nyamuk
Selain memberantas tempat perkembangbiakan, penghuni rumah juga perlu mengurangi risiko gigitan nyamuk. Kementerian Kesehatan menyarankan beberapa langkah tambahan, seperti memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, menggunakan produk anti-nyamuk, memeriksa tempat penampungan air, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan demikian, pencegahan tidak hanya berfokus pada nyamuk dewasa, tetapi juga memutus kesempatan nyamuk untuk berkembang.
Jangan Hanya Mengandalkan Fogging
Fogging sering dianggap sebagai cara utama untuk mengatasi nyamuk. Namun, pencegahan DBD tetap membutuhkan pengendalian sumber perkembangbiakan.
Kementerian Kesehatan terus menempatkan 3M Plus dan Pemberantasan Sarang Nyamuk sebagai bagian penting dalam pencegahan dengue. Pada Februari 2026, Kemenkes juga menyampaikan bahwa Indonesia sedang memfinalisasi Rencana Aksi Nasional Pengendalian Dengue 2026–2029 dengan pendekatan yang mengintegrasikan lingkungan, vektor, dan manusia.
Artinya, mengendalikan nyamuk sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya ketika nyamuk dewasa sudah banyak terlihat.
Mulai Cegah Nyamuk dari Lingkungan Rumah
Waspada DBD dapat dimulai dari kebiasaan sederhana: memeriksa genangan, menguras penampungan air, menutup wadah, membersihkan lingkungan, dan mengurangi tempat yang mendukung aktivitas nyamuk.
Jika nyamuk tetap banyak meskipun berbagai sumber genangan sudah dibersihkan, pemeriksaan lebih menyeluruh dapat membantu menemukan titik masalah yang terlewat.
Macropest Pest Control Bandung dapat membantu melakukan inspeksi dan pengendalian nyamuk sesuai dengan kondisi rumah maupun lingkungan bisnis. Penanganan yang dikombinasikan dengan kebersihan lingkungan dapat membantu mengurangi keberadaan nyamuk secara lebih terarah.
Sumber
- Kementerian Kesehatan RI – Tangkal Dengue dengan Pendekatan Terintegrasi: Lingkungan, Vektor, dan Manusia, 9 Februari 2026.
- Pemerintah Kota Bandung – Waspada DBD Awal 2026, Farhan Imbau Warga Tak Anggap Remeh Demam, 13 Januari 2026.
- Pemerintah Kota Jakarta Barat – DBD Capai 1.538 Hingga Juli 2026, Warga Diimbau Perkuat PSN 3M Plus, 30 Juli 2026.
- Kementerian Kesehatan RI – Ayo Sehat – Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M Plus.
- World Health Organization (WHO) Indonesia – Dengue dan Dengue Berat.
